KEPALA Tim Williams Racing, James Vowles, menegaskan bahwa pihaknya akan memaksimalkan jeda Formula 1 pada April 2026 untuk mengembalikan performa tim. Langkah ini diambil setelah Williams mengawali musim dengan hasil kurang memuaskan, yakni hanya mengantongi dua poin dari dua seri perdana.
“Kami membutuhkan setiap jam dari jeda itu agar bisa kembali ke performa terbaik saat kembali ke balapan,” ujar Vowles melalui laman resmi Formula 1.
Fokus Utama: Diet Berat Mobil
Masalah utama yang menjadi sorotan Vowles adalah bobot mobil yang dinilai berlebih, sehingga berdampak langsung pada kecepatan di lintasan.
“Bukan rahasia lagi bahwa mobil kami kelebihan berat. Pengembangan selama periode ini akan difokuskan untuk memastikan kami bisa mengurangi massa mobil dengan cara yang tepat,” jelasnya.
Selain masalah teknis kendaraan, Vowles juga mengkritik internal tim yang dinilai kurang maksimal dalam menganalisis data pascabapan serta perencanaan seri berikutnya.
Guna mengejar ketertinggalan, Vowles menginstruksikan kedua pembalapnya, Carlos Sainz dan Alexander Albon, untuk melakukan simulasi intensif setiap hari di markas mereka, Inggris.
Tidak hanya pembalap, kru tim juga diwajibkan mengasah ketangkasan melalui latihan *pit stop*.
“Kami harus meningkatkan apa yang bisa kami jangkau demi hasil terbaik,” tambah pria asal Inggris tersebut.
Kontras Performa dari Musim Lalu
Pencapaian Williams di awal musim 2026 ini menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, mereka hanya meraih dua poin hasil finis kesembilan Carlos Sainz di GP Tiongkok.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di musim 2025, Williams berhasil mengamankan total 17 poin dari GP Australia dan GP Tiongkok.
Jeda panjang pada April 2026 ini terjadi setelah dibatalkannya GP Bahrain dan GP Arab Saudi akibat konflik di Iran.
Setelah GP Jepang yang dijadwalkan pada 27-29 Maret, kompetisi Formula 1 baru akan berlanjut di GP Miami, Amerika Serikat (AS), pada 1-3 Mei mendatang. (Ant/Z-1)