INDONESIA mengupayakan kebijakan bebas visa bagi Warga Negara Indonesia (WNI) ke Korea Selatan. Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan meminta seluruh WNI mematuhi aturan hukum dan keimigrasian yang berlaku di Negeri Ginseng tersebut. Hal ini disampaikan menyusul adanya laporan oknum WNI yang melarikan diri dari rombongan (kabur) setelah tiba di Korea Selatan menggunakan fasilitas bebas visa turis grup yang baru diberlakukan pada 28 Mei lalu.
Kutipan Dubes Cecep Herawan:
“Kami banyak didesak untuk bebas visa, tetapi ternyata pada saat ada pelonggaran sedikit, ada oknum yang memanfaatkan untuk lari dan jadi ilegal migran di Korea. Ini tantangan buat kita.”
Implementasi Kesepakatan Prabowo-Lee Jae-Myung
Kemudahan visa grup yang saat ini berlaku—dengan syarat minimal tiga orang dalam satu kelompok—merupakan tindak lanjut nyata dari kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung pada April 2026. Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat people-to-people contact sebagai fondasi hubungan bilateral.
KBRI Seoul terus mendorong simplifikasi izin masuk agar mobilitas warga kedua negara semakin lancar. Dubes Cecep berharap insiden oknum yang menjadi migran ilegal tidak terulang kembali demi menjaga kepercayaan otoritas Korea Selatan.
“Jika kita bersama-sama menjaga kepercayaan ini, akan lebih memudahkan WNI untuk berkunjung ke negara sahabat tanpa proses yang panjang dan rumit,” tambahnya.
Tren Wisatawan Meningkat Tajam
Berdasarkan data KBRI Seoul, arus kunjungan antar kedua negara menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, tercatat lebih dari 500 ribu wisatawan Korea Selatan berkunjung ke Indonesia. Sebaliknya, terdapat sekitar 350 ribu warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke Korea Selatan.
| Kategori Data (2025) | Jumlah Wisatawan |
|---|---|
| Wisatawan Korea ke Indonesia | > 500.000 Orang |
| Wisatawan Indonesia ke Korea | ~ 350.000 Orang |
Peningkatan ini juga didukung oleh konektivitas udara yang semakin terjangkau. Kehadiran maskapai baru seperti T-Way yang menawarkan harga kompetitif sejak bulan lalu diharapkan menjadi jembatan bagi peningkatan interaksi warga kedua negara.
Sementara itu, Indonesia dan Korea Selatan juga memperkuat kerja sama pariwisata berkelanjutan melalui program Korea Partnership Initiative for Sustainable Tourism (KOPIST). Program ini bertujuan berbagi pengalaman dalam membangun industri pariwisata yang tangguh dan ramah lingkungan di kawasan regional. (Ant/H-4)