SERANGAN rudal Iran terhadap Israel telah memicu gelombang penutupan sementara wilayah udara di sejumlah kawasan Timur Tengah tersebut, dengan Irak dan Suriah membatasi operasi penerbangan serta Iran menutup sebagian wilayah udaranya di bagian barat di tengah meningkatnya ketegangan.
Pihak berwenang menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan menyusul meningkatnya kekhawatiran keamanan yang terkait dengan serangan lintas batas terbaru.
Iran menutup wilayah udaranya di bagian barat menyusul serangan rudal yang dilancarkan ke arah Israel, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Minggu (7/6).
Berikut fakta-fakta serangan Iran ke Israel :
Majid Akhavan, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Nasional Iran mengatakan bahwa keputusan Iran untuk menutup ruang udara tersebut diambil berdasarkan penilaian keamanan dan keselamatan, sambil menambahkan bahwa wilayah udara akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, menurut IRNA.
Menyusul eskalasi tersebut, Irak dan Suriah juga mengumumkan pembatasan sementara di wilayah udara mereka. Otoritas Penerbangan Sipil Irak menyatakan bahwa wilayah udaranya akan tetap ditutup selama 72 jam, sementara Suriah memerintahkan penangguhan operasi selama 12 jam, termasuk di Bandara Internasional Damaskus, hingga Senin (8/6) pagi.
-
Iran mengonfirmasi peluncuran rudal
Lembaga penyiaran negara Iran mengonfirmasi serangan rudal terhadap Israel, dengan menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Israel baru-baru ini di Lebanon. Pihak Iran memperingatkan bahwa serangan lanjutan dapat terjadi jika Israel terus melanjutkan operasinya.
-
Israel mencegat rudal di tengah meningkatnya ketegangan
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah mencegat semua rudal yang datang, meskipun mereka memperingatkan bahwa sistem pertahanannya “tidak sepenuhnya kedap.” Sirene berbunyi di berbagai wilayah, dengan laporan ledakan di bagian utara Israel. Belum ada korban jiwa atau kerusakan besar yang segera dikonfirmasi.
-
Tekanan regional meningkat setelah serangan di Beirut
Eskalasi ini terjadi setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, yang menewaskan dua orang dan melukai 20 orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Iran telah memperingatkan bahwa serangan semacam itu dapat memicu konflik yang lebih luas, meskipun upaya diplomatik yang melibatkan Pakistan dan AS terus berlanjut. (H-4)